11 September 2008

Peraturan adalah Peraturan yang hanya berarti PERATURAN...

SELAIN KARYAWAN DILARANG MASUK JAGALAH KEBERSIHAN DILARANG MEROKOK HARAP ANTRI DILARANG MENGINJAK RUMPUT DILARANG PARKIR DISINI DILARANG BERJUALAN DISINI JALAN PELAN-PELAN BANYAK ANAK-ANAK TAMU 1X24 JAM HARAP LAPOR RT JAM BESUK 17.00-18.30 DILARANG MEMBAWA MAKANAN DARI LUAR DILARANG.....HARAP.....DIMOHON.....DLL....

...dan sekian ratus papan peraturan/peringatan/larangan/himbauan lainnya yang sering kita jumpai di kantor, rumah sakit, gang, jalan raya, terminal, stasiun, sekolah,....semua hanya berarti satu...PERATURAN ! dan hanyalah sebuah peraturan yang nempel di tembok, tidak lebih...
Sudah menjadi tabiat masyarakat kita untuk ambil gampang/enaknya saja, sebodo amat peraturan...cuma tulisan yang tidak bisa berbuat apa2 selain nempel di tembok. Jujur kadang aku bertanya apa yang ada di benak orang2 yang sengaja melanggar peraturan tersebut? padahal aku yakin mereka baca dan ngerti maksudnya, tapi kenapa masih dilanggar juga?
Bahkan disatu daerah di Jawa (tepatnya saya lupa, sekitar daerah Bumiayu kalo gak salah), untuk mengingatkan pengemudi kendaraan aja musti bikin monumen dari mobil yang remuk akibat kecelakaan cuma sekedar memberitahu bahwa beginilah akibatnya kalo kalian tidak mentaati peraturan...sebebal itukah masyarakat kita? pada keselamatan dan kepentingan diri sendiri aja nggak peduli gimana dengan kepentingan dan keselamatan orang lain???
Tidak bisakah bangsa ini belajar? udah tau buang sampah di selokan bikin banjir, udah pula dipasang papan peringatan, tapi teteeeeppppp aja buang sampah di selokan, saat banjir datang pun tidak ada penyesalan terlihat....enjoy aja! banjir surut...buang sampah lagi....
Mungkin aku bukan orang yang sepenuhnya taat pada peraturan, tapi kalo peraturan itu ada dan tertulis serta terbaca...insyaallah aku akan patuh...bukan apa2, alasannya sederhana...aku gak mau dibilang BUTA HURUF !...hari gini gitu loooohhhhhh....

6 komentar: